YALIMO, nokenlive.com — Bupati Yalimo, Dr. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M., bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang diwakili Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, Sem Kepno, S.Sos., M.Si., menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP) Jemaat Kapernaum Willag di Kampung Willag, Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Yalimo, Elia Yare, S.Sos., M.SM., Kepala Distrik Abenaho, Herlinus Wandik, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat setempat. Acara diawali dengan ibadah yang dipimpin Pdt. Tera Kepno, S.Th., M.Th., dengan tema “Bersama Kita Membangun Rumah Tuhan dengan Pelayanan, Iman, Pengharapan, dan Kasih.”
Dalam sambutannya, Bupati Yalimo, Nahor Nekwek, menyampaikan komitmennya untuk mendukung pembangunan gereja tersebut. Ia menjelaskan bahwa anggaran pembangunan gereja belum dialokasikan pada 2026 karena pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan di wilayah perkotaan. Meski demikian, ia berharap pembangunan gereja dapat dituntaskan pada 2027.

“Kami pemerintah memang kita belum angkarkan dana untuk tahun ini. Tahun ini kita fokuskan di kota. Tetapi tempat ini tempat yang saya hidup, lahir, sekolah, mau ke hutan, mau ke mana itu tempat ini dulu saya masih kecil,” ujar Nahor.
Ia menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, gereja, dan masyarakat. Sebagai putra daerah yang memiliki ikatan dengan Kampung Willag, ia menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembangunan gereja tersebut.
“Oleh karena itu saya sebagai Bupati, sekaligus anak daerah di tempat ini, ini beban kita dan kita siap untuk mendukung kelompok-kelompok masyarakat di tempat ini,” katanya.
Nahor berharap komitmen bersama dapat diwujudkan sehingga pembangunan gedung gereja tersebut selesai sesuai target pada 2027.
“Semoga janji iman terhadap masyarakat dan juga tempat ini kita akan tuntaskan tahun 2027. Karena semua kader-kader anak-anak di sini itu sudah sumpah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Provinsi Papua Pegunungan, Sem Kepno, yang hadir mewakili Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo, menyampaikan dukungan pemerintah provinsi terhadap pembangunan gereja. Ia mengatakan koordinasi dengan gubernur telah dilakukan sebelum menghadiri kegiatan tersebut.

“Mewakili gubernur provinsi Papua Pegunungan bahwa bapak gubernur pasti akan mendukung dalam pembangunan gereja ini karena dari beberapa denominasi selama ini kami membantu dan tadi kami sebelum naik sudah koordinasi dengan bapak gubernur bahwa tahun depan akan dibantu pembangunan gereja ini,” ujar Sem.
Ia juga menegaskan pentingnya peran anak daerah dalam mendukung pembangunan kampung halaman, sebagai bentuk penghargaan terhadap orang tua dan gereja yang telah mendukung pendidikan serta perjalanan hidup mereka.
“Kami sebagai anak dari wilayah ini dari kampung ini ingin menyampaikan bahwa pertama kami ada, untuk membangun daerah ini karena orang tua kami dengan jerih payah mereka mendoakan kami dari mimbar, memberikan bantuan kepada kami sehingga kami bisa sekolah, lalu kami sudah pegawai kami sudah jadi pimpinan OPD oleh karena itu kami siap,” katanya.

Sem menambahkan bahwa bantuan material berupa seng telah diberikan untuk mendukung pembangunan gereja. Ia berharap pembangunan dapat diselesaikan pada 2027 dan, jika memungkinkan, diresmikan pada akhir tahun.
“Kami berharap di tahun 2027 ini gedung berdiri akhir tahun bila perlu kami lakukan peresmian,” ungkapnya.
Peletakan batu pertama ini menjadi langkah awal pembangunan gedung GJRP Jemaat Kapernaum Willag. Dukungan pemerintah, gereja, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat pembangunan sehingga jemaat memiliki rumah ibadah yang layak serta memperkuat iman, persatuan, dan semangat gotong royong di Kampung Willag.
(Redaksi DA)





Apa komentar anda ?