MANOKWARI, nokenlive.com — Mahasiswa Yahukimo di Kota Studi Manokwari, menyampaikan apresiasi kepada Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, S.E., M.M., atas perhatian dan kepeduliannya terhadap kondisi mahasiswa yang sempat mengungsi di Gereja GIDI Misia, Manokwari, Provinsi Papua Barat.
Ucapan terima kasih secara khusus dibacakan oleh Koordinator Mahasiswa Yahukimo di Kota Studi Manokwari, Iman Siep, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Dalam pembacaan surat resmi tersebut menyebutkan perhatian besar dari Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, yang telah menolong mereka sehingga dapat kembali ke rumah kontrakan setelah sebelumnya mengungsi akibat persoalan tempat tinggal.
Mahasiswa Yahukimo juga menyampaikan terima kasih kepada beberapa pihak lain seperti Pemerintah Provinsi Papua Barat, anggota DPD RI daerah pemilihan Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., L.C.A., kepala suku dan keluarga besar Pegunungan Tengah, para tokoh intelektual, Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) beserta 15 koordinator wilayah, mahasiswa dari berbagai asrama kedaerahan, serta lembaga-lembaga yang memberikan bantuan-bantuan lainnya selama mahasiswa berada di lokasi pengungsian.

Di sisi lain, mahasiswa Yahukimo menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo. Mereka meminta pemerintah daerah segera membangun asrama mahasiswa permanen di Kota Studi Manokwari serta memulihkan secara menyeluruh hak-hak pendidikan mahasiswa Yahukimo di Manokwari.
Mahasiswa juga meminta Pemerintah Kabupaten Yahukimo menyediakan tempat tinggal atau lokasi penampungan yang layak bagi mahasiswa Yahukimo di Manokwari dan mahasiswa di berbagai kota studi di Indonesia yang hingga kini belum memiliki asrama permanen. Mereka turut mendesak pemerintah kabupaten datang ke Manokwari untuk memberikan respons terkait persoalan hak mahasiswa dan pengadaan asrama.
Selain itu, mahasiswa mendesak Komisi C DPRK Kabupaten Yahukimo segera melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap Bupati Yahukimo dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo terkait persoalan yang mereka hadapi. Menurut mahasiswa, komunikasi dengan pemerintah telah dilakukan sebanyak dua kali dan mereka juga telah datang ke daerah untuk melakukan klarifikasi secara langsung.
Namun, mahasiswa menyatakan belum memperoleh respons atas upaya komunikasi tersebut. Karena itu, mereka menyatakan tidak akan melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Yahukimo dalam bentuk apa pun selama sisa periode mendatang, kecuali pernyataan dan tuntutan yang telah disampaikan mendapatkan jawaban.
(Redaksi DA)





Apa komentar anda ?