JAYAPURA, nokenkive.com — Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra menyebutkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor saat ini masih berjalan dan berlokasi di Distrik Biak Timur.
Hal tersebut disampaikan Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra saat ditemui media di Jayapura, Selasa (6/10) pagi.
Menurut Bupati, lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Biak Numfor telah tersedia sekitar 10 hingga 20 hektare. Lahan tersebut telah disiapkan untuk pembangunan dan sudah memiliki sertifikat.
Ia menjelaskan, program Sekolah Rakyat di Papua saat ini terdapat di tiga wilayah, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor.
“Pembangunan Sekolah Rakyat di Distrik Biak Timur sudah mencapai 10 persen,” ungkap Bupati.

Markus Mansnembra menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dapat rampung 100 persen pada akhir tahun 2026.
“Karena telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Mendagri Tito Karnavian ketika datang ke Biak Numfor, ini menjadi bukti dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan Sekolah Rakyat di Papua,” pungkasnya.
Lebih lanjut, mantan Pj. Bupati Sarmi ini mengatakan bahwa program Sekolah Rakyat sangat bermanfaat bagi masyarakat Papua, terutama bagi mereka yang kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan pendidikan formal lainnya.
Ketika ditanya mengenai dukungan masyarakat setempat, Bupati mengatakan warga di sekitar lokasi pembangunan Sekolah Rakyat memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan tersebut, khususnya di Distrik Biak Timur.
“Masyarakat setempat terlibat secara langsung dalam mengawasi proses pembangunan Sekolah Rakyat yang ada di Biak Numfor,” tegasnya.
Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat membantu masyarakat Papua, khususnya mereka yang kurang mampu, untuk mendapatkan pendidikan yang lebih layak.
“Sekolah Rakyat menjadi salah satu solusi untuk memberikan akses pendidikan yang lebih layak bagi masyarakat kurang mampu,” pungkasnya.
(Melviandres P. – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?