ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Jumat, Agustus 28, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » 15 Mahasiswa Puncak berhasil lanjutkan S2 ke luar negeri. Samuel Tabuni: Pendidikan ke Luar Negeri Butuh Persiapan, Bukan Sekadar Biaya

15 Mahasiswa Puncak berhasil lanjutkan S2 ke luar negeri. Samuel Tabuni: Pendidikan ke Luar Negeri Butuh Persiapan, Bukan Sekadar Biaya

Oleh : Noken Live
28 Agustus 2026
Di Papua Tengah, Pendidikan
0
15 Mahasiswa Puncak berhasil lanjutkan S2 ke luar negeri. Samuel Tabuni: Pendidikan ke Luar Negeri Butuh Persiapan, Bukan Sekadar Biaya

Samuel Tabuni M.Si., MAJEd bersama Rektor Dr.Izak Morin saat di wawancara usai pelepasan mahasiswa puncak. Rabu, 26 agustus 2026.

JAYAPURA, nokenlive.com — Pendiri Yayasan Maga Edukasi Papua (YMEP) sekaligus Direktur Papua Language Institute (PLI), Samuel Tabuni, menegaskan bahwa kesempatan anak-anak Papua untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan finansial, tetapi juga membutuhkan persiapan akademik, bahasa Inggris, karakter, dan mental yang matang.

Hal itu disampaikan Samuel saat mengungkapkan perkembangan program kerja sama pendidikan antara Pemerintah Kabupaten Puncak dan Yayasan Maga Edukasi Papua, khususnya dalam menyiapkan putra-putri Puncak untuk menempuh pendidikan tinggi hingga ke luar negeri. Rabu (26/08/2026)

Samuel menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Puncak di bawah kepemimpinan Bupati Elvis Tabuni beserta jajaran dan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada Yayasan Maga Edukasi Papua untuk menjalankan program tersebut.

Menurutnya, YMEP memiliki dua unit pendidikan, yakni Papua Language Institute dan Universitas Internasional Papua (UIP). Dalam kerja sama dengan Pemkab Puncak, program pendidikan S1 diarahkan melalui Universitas Internasional Papua, sementara program S2 dipersiapkan melalui Papua Language Institute.

“Program S2 di Papua Language Institute lebih fokus kepada persiapan, mulai dari pembentukan karakter, bahasa Inggris, lingkungan matematika, selama kurang lebih satu tahun,” ujar Samuel.

Persiapan tersebut dilakukan sebelum mahasiswa dikirim ke negara-negara yang telah menjalin kerja sama pendidikan. Dalam program tahun ini, sebanyak 10 mahasiswa Puncak telah mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri, masing-masing dua mahasiswa ke Rumania, empat mahasiswa ke Rusia, satu mahasiswa ke Amerika Serikat, dua mahasiswa ke Inggris, dan satu mahasiswa ke Selandia Baru.

Samuel mengakui proses persiapan para calon mahasiswa bukan perkara mudah. Salah satu tantangan utama adalah sebagian peserta belum terbiasa menggunakan bahasa Inggris secara aktif.

Namun, melalui proses pembinaan dan pendampingan yang dilakukan lembaga dan para dosen, seluruh mahasiswa berhasil melewati berbagai tahapan seleksi dan memenuhi standar yang ditetapkan.

“Kita bersyukur sampai hari ini anak-anak ini mampu berjuang melewati semua tahapan. Akhirnya mereka dinyatakan lulus semua standar, bahkan dapat diterima beasiswa langsung dari negara-negara penyedia beasiswa seperti Rumania dan Rusia,” katanya.

Menurut Samuel, keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa anak-anak Papua memiliki peluang besar untuk mengenyam pendidikan di luar negeri apabila mendapatkan persiapan yang tepat.
Ia menilai anggapan bahwa kuliah di luar negeri hanya dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki banyak uang tidak sepenuhnya benar.

“Semua orang Papua ini bisa ke luar negeri. Cuma itu, persiapannya yang dibutuhkan,” tegasnya.
Samuel menjelaskan, kondisi pendidikan dasar dan menengah di Papua yang masih menghadapi berbagai tantangan membuat persiapan tambahan menjadi penting. Karena itu, diperlukan keberanian pemerintah daerah untuk membuat terobosan bersama lembaga pendidikan agar anak-anak Papua mampu bersaing di tingkat internasional.

Selain menyiapkan mahasiswa, YMEP juga melakukan kajian terhadap kebutuhan pembangunan di Kabupaten Puncak sebelum menentukan bidang studi yang akan ditempuh para mahasiswa.

Hasil asesmen tersebut mempertimbangkan sejumlah potensi dan persoalan daerah, antara lain sektor pariwisata, potensi pertambangan, serta persoalan ketersediaan air dan listrik.

“Jadi anak-anak ini kita harapkan ketika mereka pulang betul-betul bisa membangun daerah sesuai dengan masalah yang ada di sana. Jadi tidak hanya asal kirim,” jelas Samuel.

Ia menambahkan, Universitas Internasional Papua dan Papua Language Institute tidak hanya diarahkan untuk mencetak lulusan yang kemudian mencari pekerjaan, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang mampu melanjutkan pendidikan hingga jenjang S2 dan S3.

Di bidang pengembangan akademik, UIP saat ini memiliki Fakultas Sains dan Teknologi dengan sejumlah program studi, di antaranya Fisika, Teknik Industri, dan Teknik Sistem Energi. Selain itu, terdapat Program Pendidikan Bahasa Inggris dan Program Pendidikan Antropologi.

Samuel mengatakan UIP juga akan membuka peluang pengembangan program studi baru setelah melaksanakan wisuda perdana yang ditargetkan berlangsung pada Oktober atau November 2026. Program studi baru tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah, termasuk kebutuhan Kabupaten Puncak.

Selain pengembangan pendidikan, UIP juga diarahkan untuk membangun kerja sama riset dengan berbagai pihak. Salah satu yang sedang dikembangkan adalah kerja sama dengan Universitas Exeter untuk membantu Pemerintah Kabupaten Puncak dalam pengembangan air minum kemasan, mengingat persoalan keterbatasan air menjadi salah satu tantangan di wilayah tersebut.

“Jadi kita di universitas dan PLI tidak hanya untuk anak-anak, tetapi kita juga berpikir bagaimana membantu Pemda dalam melakukan riset dan melakukan kerja sama di bidang pembangunan,” ungkapnya.

Untuk program S1 Kabupaten Puncak, Samuel menyebut sejak tahun sebelumnya terdapat sekitar 28 mahasiswa yang diterima melalui proses seleksi. Proses tersebut dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Puncak, mulai dari wawancara, seleksi hingga pemeriksaan kesehatan.

Seleksi bahkan dilakukan langsung dengan mendatangi wilayah Puncak untuk berdiskusi bersama pemerintah daerah dan merekrut calon mahasiswa. Setelah seluruh proses seleksi dan pemeriksaan kesehatan selesai, hasilnya dilaporkan kepada Pemkab Puncak untuk menjadi dasar dalam proses penyiapan beasiswa.

Samuel berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dan menghasilkan generasi muda Puncak yang memiliki kompetensi internasional, tetapi tetap memiliki komitmen untuk kembali dan membangun daerah asalnya.

“Pemda Puncak sangat berkomitmen menyiapkan SDM mudanya untuk memimpin kelak dan kembali untuk memimpin daerahnya di sana dengan lebih baik lagi. Itu kami sangat apresiasi,” pungkasnya.
(Lisa- Redaksi DA)

Tags: Kabupaten PuncakPemerintah Kabupaten PuncakSamuel TabuniUniversitas Internasional PapuaYayasan Maga Edukasi Papua
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Samuel Tabuni Apresiasi Komitmen Pemkab Puncak Siapkan SDM hingga ke Luar Negeri

Berita Selanjutnya

Tembus 88 Ribu Pendaftar Dunia, Putra Ilaga Nasen Ginibak Raih Beasiswa S2 ke Rumania

Berita Terkait

Tembus 88 Ribu Pendaftar Dunia, Putra Ilaga Nasen Ginibak Raih Beasiswa S2 ke Rumania
Papua Tengah

Tembus 88 Ribu Pendaftar Dunia, Putra Ilaga Nasen Ginibak Raih Beasiswa S2 ke Rumania

Samuel Tabuni Apresiasi Komitmen Pemkab Puncak Siapkan SDM hingga ke Luar Negeri
Papua Tengah

Samuel Tabuni Apresiasi Komitmen Pemkab Puncak Siapkan SDM hingga ke Luar Negeri

Gubernur MEPA: Orang tua harus hadir dalam pendidikan anak
Papua Tengah

Gubernur MEPA: Orang tua harus hadir dalam pendidikan anak

Pemprov Papua Tengah siapkan Rp56 Miliar untuk pengembangan Sekolah Papua Harapan
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah siapkan Rp56 Miliar untuk pengembangan Sekolah Papua Harapan

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua