NABIRE, nokenlive.com — Jumlah penduduk Provinsi Papua Tengah kini mencapai 1.397.590 jiwa pada Semester I 2026, meningkat 13.363 jiwa dibandingkan Semester II 2025 yang tercatat 1.384.227 jiwa.
Data tersebut merupakan rilis kependudukan nasional Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dalam Rakornas Dukcapil pada 3–4 Agustus 2026 di Jakarta.

Dari total tersebut, penduduk laki-laki mencapai 737.667 jiwa, sedangkan perempuan sebanyak 659.923 jiwa yang tersebar di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
Paniai menjadi kabupaten dengan penambahan penduduk tertinggi, yakni 4.569 jiwa, dari 128.448 jiwa pada Semester II 2025 menjadi 133.017 jiwa pada Semester I 2026.
Mimika berada di posisi berikutnya dengan tambahan 2.093 jiwa menjadi 325.596 jiwa, disusul Nabire bertambah 1.580 jiwa menjadi 183.169 jiwa.

Deiyai bertambah 1.423 jiwa menjadi 95.195 jiwa, Puncak bertambah 1.162 jiwa menjadi 180.519 jiwa, dan Dogiyai bertambah 1.152 jiwa menjadi 118.923 jiwa.
Sementara itu, Intan Jaya bertambah 713 jiwa menjadi 139.455 jiwa, sedangkan Puncak Jaya bertambah 671 jiwa menjadi 221.716 jiwa.
Plt Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Papua Tengah Albertus Iyai mengatakan peningkatan data tersebut tidak terlepas dari pelayanan mobile Dukcapil yang menjangkau distrik, kampung hingga sekolah.

Ia berharap pemerintah daerah memberikan dukungan anggaran untuk pelayanan jemput bola dokumen kependudukan, sehingga masyarakat di wilayah terpencil dapat memperoleh layanan administrasi tanpa harus datang jauh ke ibu kota kabupaten.
Sekretaris Dinas Dukcapil, PMK Papua Tengah Yeremias Mote mengatakan pemerintah provinsi sejak 2023–2025 telah membantu peralatan perekaman mobile, printer KTP-el, tinta ribbon, film serta blangko KTP-el guna memperkuat pelayanan administrasi kependudukan.
(Vanny Janggo – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?