WAMENA, nokenlive.com – Komisi C DPRK Jayawijaya menyoroti rendahnya realisasi anggaran Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Tahun Anggaran 2026. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi C DPRK Jayawijaya dan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya yang berlangsung di Ruang Rapat Banggar DPRK Jayawijaya, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (20/08/2026).
Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi C DPRK Jayawijaya, Agus Logo, sementara Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya diwakili Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Kalep Asso.
Dalam rapat terungkap, dari total anggaran Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya sebesar Rp325 miliar pada Tahun Anggaran 2026, sekitar Rp252 miliar atau 77,54 persen belum terealisasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Komisi C karena anggaran pendidikan yang telah dialokasikan diharapkan dapat segera direalisasikan untuk mendukung peningkatan kualitas dan pelayanan pendidikan di Kabupaten Jayawijaya.
Kalep Asso menjelaskan, rendahnya realisasi anggaran tersebut antara lain disebabkan adanya pergeseran anggaran sehingga sejumlah program belum dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Komisi C meminta Dinas Pendidikan mempercepat proses pelaksanaan program dan penyerapan anggaran dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. Dewan menilai percepatan realisasi diperlukan agar anggaran yang telah tersedia dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan.
Selain membahas serapan anggaran, rapat juga membahas pembangunan rumah bagi tenaga pendidik. Dari 90 unit rumah guru yang direncanakan di Kabupaten Jayawijaya, sebanyak 84 unit telah memasuki tahap pembangunan dengan progres pekerjaan sekitar 80 persen.
Komisi C mengapresiasi pembangunan tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan dan menunjang kenyamanan tenaga pendidik dalam menjalankan tugas, terutama bagi guru yang bertugas di wilayah yang membutuhkan dukungan fasilitas tempat tinggal.
Dalam kesempatan yang sama, Komisi C turut meminta penjelasan terkait realisasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa penyaluran Dana BOS Tahap I telah direalisasikan dan prosesnya sedang berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Perhatian Komisi C tidak hanya tertuju pada program pendidikan di daerah, tetapi juga pada mahasiswa asal Jayawijaya yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Merauke.
Dewan meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan mahasiswa, termasuk dukungan biaya kontrakan atau tempat tinggal serta kebutuhan makan dan minum, sepanjang anggaran untuk kebutuhan tersebut tersedia.
Komisi C juga menyoroti belum tersalurkannya bantuan beasiswa studi akhir bagi sejumlah mahasiswa asal Jayawijaya. Sorotan tersebut disampaikan setelah terdapat mahasiswa Jayawijaya yang mengikuti wisuda di Universitas Cenderawasih, sementara bantuan beasiswa untuk penyelesaian studi mereka belum juga direalisasikan.

Komisi C berharap Dinas Pendidikan segera memproses pencairan bantuan tersebut bagi mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan dan terdaftar sebagai penerima, sehingga bantuan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan akhir studi.
DPRK Jayawijaya menegaskan bahwa program beasiswa merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan sumber daya manusia. Karena itu, hak mahasiswa yang telah memenuhi ketentuan diharapkan dapat direalisasikan secara tepat waktu dan transparan.
Komisi C selanjutnya mendorong Dinas Pendidikan untuk mempercepat seluruh proses administrasi dan pencairan anggaran pendidikan, termasuk bantuan beasiswa bagi mahasiswa Jayawijaya yang sedang menempuh pendidikan di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan demikian, anggaran pendidikan yang telah dialokasikan tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan mutu pendidikan, kesejahteraan tenaga pendidik, serta keberlanjutan pendidikan mahasiswa asal Kabupaten Jayawijaya. (Redaksi DA)





Apa komentar anda ?