Puncak, Nokenlive.com – Polisi mulai mengumpulkan bukti dan mendalami kerusuhan yang berujung aksi anarkis di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Tim gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di 10 kantor pemerintahan pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Olah TKP dilakukan sebagai tindak lanjut atas kerusuhan yang terjadi di Kantor BPMK Kabupaten Puncak pada Selasa, 11 Agustus 2026 sekitar pukul 18.45 WIT.
Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Reskrim Polres Puncak, Iptu Melkias Mara, S.H., dengan melibatkan personel Sat Reskrim Polres Puncak, Tim Identifikasi Polda Papua Tengah, Satgas Gakkum ODC 2026, serta Satgas Tindak ODC 2026.
Tim mulai mempersiapkan peralatan sekitar pukul 10.40 WIT dan memulai olah TKP di Kantor BPMK pada pukul 10.55 WIT. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan secara bertahap ke sejumlah kantor pemerintahan lainnya.
Olah TKP tersebut dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/3/VIII/2026/SPKT/SAT RESKRIM/POLRES PUNCAK/POLDA PAPUA TENGAH, tertanggal 12 Agustus 2026.
Sepuluh lokasi yang diperiksa meliputi Kantor BPMK/DPMK Puncak, Inspektorat, Dinas Sosial, Dinas Kominfo, BPBD, Dinas Kesehatan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pertanian, serta BPKAD.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 12 personel Polres Puncak diterjunkan di bawah pimpinan Iptu Melkias Mara. Selain itu, terdapat lima personel Identifikasi Polda Papua Tengah, empat personel Satgas Gakkum ODC-2026 dan enam personel Satgas Tindak ODC-2026.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan adanya sejumlah barang yang hilang, rusak maupun terbakar di beberapa kantor pemerintahan.
Di Kantor BPMK, barang yang dilaporkan hilang antara lain 19 unit PC, 50 potong baju dinas kepala kampung, empat tinta printer, sejumlah kursi dan meja, router Wi-Fi, dispenser, gelas kaca, aki, perangkat pengeras suara, mesin babat, hingga tandon air berkapasitas 1.100 liter.
Selain itu, sejumlah barang ditemukan dalam kondisi rusak dan terbakar. Total kerugian di Kantor BPMK diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Di Kantor Inspektorat, polisi mencatat 10 unit PC, tiga printer, satu set amplifier, satu speaker, satu mesin babat dan satu laptop hilang. Sejumlah printer, PC, lemari dan speaker juga mengalami kerusakan. Kerugian diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar.
Sementara di Kantor Dinas Sosial, barang yang hilang antara lain empat kursi, empat printer, kertas HVS, aki, empat unit PC, enam kursi lipat, satu laptop dan satu terpal. Sejumlah printer rusak, sedangkan sofa, lemari, kursi, meja dan satu printer dilaporkan terbakar. Total kerugian diperkirakan Rp1,5 miliar.
Kerusakan juga ditemukan di Kantor Dinas Kominfo, berupa kaca jendela kantor dengan perkiraan kerugian Rp30 juta.
Di Kantor BPBD, tiga unit PC, tiga printer dan satu router dilaporkan hilang. Satu meja rusak, sementara 50 kursi lipat, satu genset, empat set tenda dan satu bangunan gudang penyimpanan terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar.
Sementara itu, Kantor Dinas Kesehatan dilaporkan mengalami kerusakan berat karena seluruh bangunan beserta barang-barang di dalamnya hangus terbakar.
Di Kantor Dinas Pertanian, polisi menemukan sejumlah barang hilang berupa satu PC, dua lemari, satu kursi dan satu mesin babat. Satu PC dan dua meja juga mengalami kerusakan. Kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Adapun Kantor BPKAD juga mengalami kebakaran. Seluruh bangunan beserta barang-barang di dalamnya dilaporkan hangus terbakar.
Untuk Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), serta Dinas Kesehatan dan BPKAD, nilai kerugian belum dapat dipastikan. Hal itu karena saat olah TKP berlangsung, petugas tidak didampingi kepala dinas maupun staf terkait.
Polisi memastikan kegiatan olah TKP akan dilanjutkan pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Pemeriksaan lanjutan dilakukan di beberapa kantor lagi untuk melengkapi data, mengidentifikasi kerusakan maupun kehilangan, serta mengumpulkan bukti yang berkaitan dengan peristiwa kerusuhan.
(Lisa/Redaksi)







Apa komentar anda ?