JAYAPURA, Nokenlive.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Papua memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Papua dalam kondisi aman dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan.
Pemimpin Bulog Kantor Wilayah Papua, Ahmad Mustari, mengatakan total stok beras yang tersedia mencapai sekitar 38,67 juta ton, terdiri dari stok yang berada di gudang Bulog serta beras yang masih dalam perjalanan menuju wilayah Papua.
“Stok beras yang tersedia di gudang Bulog pada beberapa kantor cabang di seluruh Papua sebanyak 20.599.343 ton. Sedangkan yang masih dalam perjalanan atau di luar gudang Bulog sekitar 18.076.227 ton,” kata Ahmad Mustari kepada media, Senin (10/8/2026).
Dengan total pasokan tersebut, Bulog memastikan kebutuhan beras masyarakat masih dapat dipenuhi hingga tiga bulan ke depan.
Selain menjaga ketersediaan pasokan, Bulog Papua juga akan menyalurkan bantuan pangan nasional dalam rangka mendukung program pemerintah sekaligus menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia tahun 2026.
Bantuan pangan tersebut dialokasikan untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima 10 kilogram beras per bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 30 kilogram beras selama tiga bulan.
Ahmad Mustari menyebutkan, sebanyak 25.362.750 ton beras disiapkan untuk penyaluran bantuan pangan kepada 845.425 penerima manfaat yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua.
“Untuk alokasi Juli sampai September 2026, bantuan pangan akan disalurkan kepada 845.425 penerima manfaat yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua,” ungkapnya.
Sementara untuk membantu menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat, Bulog Papua juga terus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah wilayah.
Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Selain beras, Bulog Papua memastikan ketersediaan minyak goreng bersubsidi Minyakita juga masih mencukupi.
Saat ini tersedia sekitar 131.200 liter Minyakita di wilayah Papua. Sementara itu, stok minyak goreng nonsubsidi atau minyak premium di gudang Bulog mencapai sekitar 63.549 liter.
Ahmad Mustari menegaskan Bulog akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan instansi terkait untuk mengawasi distribusi serta penjualan Minyakita di pasaran.
“Kami akan melakukan koordinasi dan kerja sama dengan Satgas Pangan serta instansi terkait guna melakukan pengawasan terhadap distribusi dan penjualan Minyakita di pasaran,” tegasnya.
Ia mengingatkan, harga eceran tertinggi (HET) Minyakita sebesar Rp15.700 per liter. Masyarakat yang menemukan penjualan Minyakita di atas harga tersebut diimbau segera melaporkannya kepada pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti.
Bulog Papua memastikan pengawasan distribusi pangan akan terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan, stabilitas harga, serta memastikan bantuan pangan dapat diterima masyarakat yang menjadi sasaran program.
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?