SENTANI, nokenlive.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua memastikan seluruh kebutuhan makanan dan minuman bagi pasien dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan dipenuhi melalui dapur rumah sakit dan dukungan logistik pemerintah.
Bupati Jayapura Yunus Wonda mengatakan pemerintah bergerak cepat menyiapkan bahan pangan, sembako, serta kebutuhan pendukung lainnya agar pasien maupun keluarga yang mendampingi tidak mengalami kesulitan selama proses perawatan.
“Kami pemerintah sudah siapkan semua. Untuk makan pasien kami siapkan bahannya, kemudian makanan dimasak langsung oleh rumah sakit. Kami tidak membawa makanan dari luar untuk pasien,” kata Yunus saat memberikan keterangan pers kepada awak media, di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Yowari, Rabu 5 Agustus 2026 sore.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk menjamin kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi pasien selama menjalani observasi dan pemulihan di rumah sakit maupun puskesmas.
Selain RSUD Yowari, pemerintah juga telah menyalurkan bahan pokok ke sejumlah puskesmas yang menangani pasien dari Distrik Depapre dan wilayah lainnya. Dengan demikian, kebutuhan konsumsi pasien dapat dipenuhi tanpa mengganggu pelayanan medis.
Dia menjelaskan pemerintah turut menggandeng berbagai elemen masyarakat dalam penanganan keadaan darurat tersebut. Salah satunya melalui posko yang dibentuk Gereja Kristen Injili (GKI) di Depapre, sementara pemerintah menyediakan bahan pangan untuk diolah bagi keluarga pasien dan relawan.
“Kami berterima kasih kepada pihak gereja yang membuka posko. Pemerintah menyiapkan sembako, kemudian ibu-ibu dari Dharma Wanita, keluarga, dan jemaat membantu menyiapkan makanan,” ujarnya.
Yunus menegaskan penanganan terhadap para pasien tidak hanya berfokus pada pelayanan medis, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama menjalani perawatan hingga dinyatakan pulih.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, TNI-Polri, organisasi keagamaan, dan masyarakat dapat terus terjaga sehingga seluruh pasien dugaan keracunan MBG memperoleh pelayanan yang layak dan proses pemulihan berjalan dengan baik.
(Agustina Estevani Janggo – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?