JAYAPURA, nokenlive.com – Pemerintah Kota Jayapura menggelar Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kota Jayapura Tahun 2026 di Hotel Horison Ultimate Jayapura, Kamis (23/7), dengan melibatkan sebanyak 658 anak dari berbagai jenjang pendidikan.
Peringatan yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” serta subtema “Sekolahku Seru, Mimpiku Melaju, Aman di Sekolah” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kota Jayapura.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Selain itu, kegiatan ini juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat gerakan perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan serta menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak-anak,” kata Rocky dalam laporannya.
Ia menjelaskan, sebanyak 658 peserta yang mengikuti kegiatan terdiri atas 450 anak PAUD, 50 siswa SD, 50 siswa SMP, 50 siswa SMA/SMK, 20 anak Sekolah Rakyat, 32 peserta dari PKBM, dan enam peserta dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).
Menurut Rocky, pelaksanaan HAN mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28B ayat (2), Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak beserta perubahannya, serta Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru yang hadir mewakili Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh anak.
“Jangan sampai ada kekerasan, intimidasi, ataupun tindakan yang membuat anak takut datang ke sekolah. Anak-anak harus diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, berkreasi, dan mengembangkan jati dirinya,” ujar Rustan.
Ia mengajak seluruh anak untuk terus belajar, berani bermimpi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki agar menjadi generasi penerus yang membanggakan Kota Jayapura.
Menurut Rustan, Pemerintah Kota Jayapura memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan pendidikan. Salah satunya melalui program bantuan seragam batik dan seragam olahraga bagi peserta didik baru mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK negeri.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif kepada guru sekolah minggu, guru agama, dan guru TPA sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendidik anak-anak.
“Kami berharap seluruh guru dapat terus membimbing dan mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan tanggung jawab,” katanya.
Rustan juga mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai sekolah pertama bagi anak. Orang tua diminta memberikan kasih sayang yang cukup, memenuhi kebutuhan gizi anak, mengawasi pergaulan, serta mendampingi penggunaan telepon genggam agar anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan positif.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Jayapura terus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman dan ramah anak serta penyediaan fasilitas bermain di lingkungan pemerintahan, kampung, dan kelurahan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Jayapura sebagai Kota Layak Anak.
“Melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat, kita dapat memastikan setiap anak memperoleh pendidikan yang layak dan kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bunda PAUD Kota Jayapura Ny. Nerlince Wamuar Rollo mengajak seluruh orang tua untuk memastikan anak usia dini mengikuti pendidikan PAUD atau TK sebagai bagian dari program wajib belajar 13 tahun.
Menurutnya, pendidikan usia dini merupakan fondasi utama yang menentukan keberhasilan anak pada jenjang pendidikan berikutnya.
“Anak-anak usia prasekolah harus mendapatkan kesempatan belajar sejak dini karena pendidikan adalah hak setiap anak. Fondasi yang kuat akan melahirkan generasi Jayapura, Papua, dan Indonesia yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Nerlince.
(Melviandres. P – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?