JAYAPURA, Nokenlive.com – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jayapura mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua segera mengumumkan hasil investigasi terhadap kasus penembakan seorang ibu hamil, almarhumah Markiana Sondegau, di Kabupaten Intan Jaya.
Desakan tersebut disampaikan Ketua GMKI Cabang Jayapura, Gerson Wetipo, bersama jajaran pengurus saat mendatangi Kantor Komnas HAM RI Perwakilan Papua di Jayapura, Selasa (14/7/2026) untuk menyampaikan pengaduan terkait berbagai kasus kekerasan bersenjata yang terjadi di Papua.
Dalam pengaduannya, GMKI meminta Komnas HAM bersama instansi terkait mengungkap hasil penyelidikan atas sejumlah kasus yang telah menelan korban jiwa, termasuk penembakan Markiana Sondegau di Intan Jaya serta berbagai insiden kekerasan lainnya di Papua.
Selain itu, GMKI juga menyoroti semakin meningkatnya penugasan personel TNI nonorganik di Papua yang dinilai memiliki status operasi yang belum jelas. Organisasi tersebut meminta Komnas HAM menyampaikan rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto agar melakukan penertiban terhadap kehadiran pasukan nonorganik di wilayah Papua.
Ketua GMKI Cabang Jayapura, Gerson Wetipo, menyatakan pihaknya percaya Komnas HAM Papua memiliki pengalaman, kewenangan, dan kapasitas untuk mengusut berbagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Papua.
Menurutnya, Komnas HAM selama ini telah menangani sejumlah investigasi terhadap kasus-kasus kekerasan berskala besar yang menimbulkan korban jiwa, sehingga diharapkan mampu memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi para korban maupun keluarga.
Menanggapi pengaduan tersebut, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan pihaknya menerima seluruh aspirasi yang disampaikan GMKI dan akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme yang berlaku.
Terkait kasus penembakan ibu hamil di Intan Jaya, Frits menyebut Komnas HAM telah melakukan pemantauan dan dalam waktu dekat akan mengumumkan hasil investigasi kepada publik.
(Menas/Redaksi)





Apa komentar anda ?