ILAGA, nokenlive.com – Pemerintah Kabupaten Puncak menggelar acara pelepasan peserta Program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas Tahun 2026 di Aula Negelar, Ilaga, Senin (29/06/2026).
Kegiatan tersebut diwakili oleh Staf Ahli Bupati Puncak, Elkana Rumaropen, dan dihadiri Ketua Yayasan BINTERBUSIH Pascalis Abner, Dinas Pendidikan, serta para orang tua siswa penerima beasiswa.
Sebanyak 317 siswa dan siswi asal Kabupaten Puncak dinyatakan lulus program Beasiswa Puncak Cerdas untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Program yang sepenuhnya dibiayai Pemerintah Kabupaten Puncak itu menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkualitas guna mendukung pembangunan daerah di masa depan.
Ketua Yayasan BINTERBUSIH, Pascalis Abner, mengatakan pihaknya kembali dipercaya Pemerintah Kabupaten Puncak untuk melaksanakan proses rekrutmen calon mahasiswa penerima beasiswa tahun 2026.
“Hingga penutupan pendaftaran, sebanyak 428 calon mahasiswa telah mendaftar. Dari jumlah itu, 348 peserta mengikuti tes tertulis dan tes kesehatan, kemudian sebanyak 317 dinyatakan lulus, terdiri dari 94 perempuan dan 223 laki-laki,” ujar Pascalis.
Ia menjelaskan, program Beasiswa Puncak Cerdas merupakan visi besar Pemerintah Kabupaten Puncak di bawah kepemimpinan Bupati Elvis Tabuni dan Wakil Bupati dalam meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda di daerah.
Menurutnya, kondisi ekonomi maupun situasi keamanan yang dihadapi masyarakat tidak boleh menjadi alasan terhentinya pendidikan anak-anak Puncak.
“Keadaan yang kita lihat setiap hari boleh membuat kita sulit, tetapi pendidikan tidak boleh sampai terputus. Situasi ekonomi daerah kita dan situasi keamanan boleh sulit, tetapi pendidikan harus terus kita pikirkan agar ke depan muncul generasi muda pemimpin bangsa yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di daerah kita,” katanya.
Pascalis juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Puncak yang dinilai telah membuka akses pendidikan yang luas bagi generasi muda melalui program unggulan tersebut.
“Kita sambut dengan gembira dan mari kita beri apresiasi kepada bapak bupati dan wakil bupati yang telah memberikan akses luar biasa melalui program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas Tahun 2026,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pada tahun pertama pelaksanaan program tahun 2025 terdapat 173 peserta yang mendaftar dan 123 orang dinyatakan lulus untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hingga saat ini, sebanyak 119 mahasiswa penerima beasiswa tahun 2025 masih aktif menjalani pendidikan.
Saat diwawancarai, Pascalis menegaskan program tersebut sepenuhnya dibiayai Pemerintah Kabupaten Puncak melalui dukungan Bupati Elvis Tabuni, Wakil Bupati, serta Pj Sekda Kabupaten Puncak Nenu Tabuni.
“Program unggulan Beasiswa Puncak Cerdas ini 100 persen disponsori oleh Pemerintah Kabupaten Puncak. Yayasan BINTERBUSIH berada langsung di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Puncak,” jelasnya.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam agenda 100 hari kerja pemerintah daerah yang kemudian diwujudkan melalui kerja sama dengan Yayasan BINTERBUSIH.

Para mahasiswa nantinya akan ditempatkan di berbagai wilayah pendidikan di Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara untuk wilayah Sulawesi dan Papua masih berada di bawah pengawasan langsung Dinas Pendidikan Kabupaten Puncak.
Sebagian besar mahasiswa yang lulus tahun ini akan diberangkatkan ke Semarang dan menjalani pembinaan selama sekitar satu bulan di bawah naungan Yayasan BINTERBUSIH sebelum memasuki dunia perkuliahan.
“Nanti mereka akan diberangkatkan ke Semarang dan mengikuti pembinaan sekitar satu bulan untuk penguatan mental dan akademik, sambil melihat kesiapan mereka menghadapi dunia kampus,” ungkapnya.
Mahasiswa penerima beasiswa tersebut nantinya akan tersebar di berbagai perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan yayasan, di antaranya Universitas Diponegoro (Undip),
Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Katolik Soegijapranata (Unika), dan PGRI Semarang.
Pascalis menyebut para mahasiswa memilih berbagai jurusan sesuai minat dan kebutuhan daerah, seperti kedokteran, pertambangan, pendidikan, cyber, hingga sekolah pendeta.
“Program ini sudah mulai menunjukkan hasil. Ada enam mahasiswa kedokteran di Medan, ada juga peserta yang lolos IPDN, serta mahasiswa yang mengambil jurusan pendeta dan berbagai bidang lainnya,” tutupnya.
(Lisa Rumkorem – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?