Wamena, Nokenlive.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menargetkan seluruh rumah sakit di delapan kabupaten Provinsi Papua Pegunungan mampu memberikan layanan rujukan untuk penyakit prioritas, seperti jantung, stroke, kanker, penyakit ginjal, serta kesehatan ibu dan anak paling lambat pada 2028.
Target tersebut merupakan bagian dari program penguatan layanan kesehatan nasional sesuai arahan Presiden RI untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata hingga ke daerah terpencil.
Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI, dr. Obrin Parulian, M.Kes, mengatakan peningkatan layanan dilakukan melalui program pengampuan rumah sakit, yakni pendampingan oleh rumah sakit yang lebih maju kepada rumah sakit di daerah.
“Pengampuan bukan hanya membimbing tenaga kesehatan, tetapi juga meningkatkan kompetensi SDM, memperkuat pelayanan medis, serta melengkapi alat kesehatan dan sarana pendukung agar rumah sakit di Papua Pegunungan memiliki layanan yang setara dengan daerah lain,” ujarnya.

Melalui program ini, masyarakat di delapan kabupaten diharapkan tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan penyakit prioritas. Rumah sakit kabupaten ditargetkan mampu menangani kasus serangan jantung dengan tindakan kateterisasi dan pemasangan ring jantung, serta penanganan stroke akibat sumbatan pembuluh darah.
“Harapan kami, pada 2028 masyarakat sudah bisa memperoleh layanan dokter jantung, dokter saraf, dan pelayanan penyakit prioritas lainnya di daerahnya sendiri,” kata dr. Obrin.
Selain peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, Kemenkes juga memperkuat infrastruktur melalui pembangunan rumah sakit, penyediaan alat kesehatan modern, dan penguatan sistem rujukan nasional. Secara nasional, pemerintah telah membangun sekitar 20 rumah sakit baru dan meningkatkan kapasitas 66 rumah sakit di berbagai daerah.
Menurut dr. Obrin, keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar fasilitas, peralatan, tenaga kesehatan, serta operasional rumah sakit dapat berjalan secara berkelanjutan.

Terkait rencana pembangunan Rumah Sakit Provinsi Papua Pegunungan, Kemenkes masih melakukan kajian bersama Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten. Keberadaan rumah sakit provinsi dinilai penting untuk menangani kasus-kasus berat yang belum dapat ditangani rumah sakit kabupaten.
“Kita akan melihat kebutuhan masyarakat dan membahasnya bersama pemerintah daerah. Yang terpenting bukan hanya membangun gedung, tetapi memastikan sistem pelayanan, SDM, dan pembiayaannya dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Kemenkes menargetkan pemerataan layanan kesehatan di seluruh delapan kabupaten Papua Pegunungan dapat tercapai pada 2028, sehingga masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang cepat, berkualitas, dan tidak lagi bergantung pada rujukan ke luar daerah.
(Tundemin/Redaksi)





Apa komentar anda ?