JAYAPURA, nokenlive.com – Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua untuk pertama kalinya menjadi lokasi pelatihan kuliner bagi mama-mama asal Provinsi West Sepik, Papua New Guinea (PNG). Kegiatan yang berlangsung pada 24–26 Mei 2026 itu terlaksana melalui kerja sama Pemerintah Provinsi West Sepik dengan Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Vanimo.
Pelatihan memasak berbahan dasar pangan lokal tersebut diikuti delapan mama-mama dari West Sepik, PNG, yang didampingi empat orang staf selama berada di Papua, Indonesia.

Perwakilan Pemerintah Provinsi West Sepik, PNG, Albertho Mutumap, mengatakan kegiatan tersebut dapat terlaksana setelah adanya koordinasi antara pemerintah daerah mereka dengan pihak Konsulat RI di Vanimo.
“Kami memilih SNK Pariwisata Papua karena melihat informasi dan mendengar tentang sekolah ini memiliki berbagai jurusan yang bagus, dan salah satunya di bidang kuliner atau masak-memasak,” ujar Albertho kepada media.
Ia menjelaskan, pelatihan memasak itu berlangsung selama dua hari dengan fokus pada pengolahan menu berbahan dasar pangan lokal Papua dan menu nusantara.
Sementara itu, Koordinator Bidang Penerangan dan Sosial Budaya KRI Vanimo, Patriot Adinarto, menerangkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komunikasi dan kerja sama antara pihak konsulat dengan SNK Pariwisata Papua.

“Kegiatan ini berupa pelatihan masak berbahan dasar pangan lokal kepada mama-mama PNG yang berasal dari Provinsi West Sepik,” jelas Patriot.
Menurutnya, tujuan utama pelatihan adalah memberikan pengetahuan kepada para peserta mengenai teknik memasak menu Indonesia berbahan lokal Papua.
“Tujuan daripada kegiatan ini adalah supaya mereka mempunyai pengetahuan mengenai cara memasak menu dari Indonesia yang berbahan lokal di Papua,” katanya.
Patriot juga menyebut alasan dipilihnya SNK Pariwisata Papua karena sekolah tersebut dinilai berhasil melahirkan lulusan-lulusan andal di berbagai bidang keahlian, khususnya kuliner.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut akan dievaluasi setelah pelaksanaan kegiatan agar dapat terus berlanjut ke bidang lain di masa mendatang.
“Kami akan evaluasi setelah kegiatan ini agar ke depan kerja sama tersebut bisa berlanjut untuk bidang atau jurusan lainnya, terutama kerja sama antara sekolah dengan Pemerintah West Sepik di PNG,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SNK Pariwisata Papua, Ana Rebeka Rumbiak, mengaku bersyukur sekolah yang dipimpinnya dipercaya menjadi tempat pelatihan bagi peserta asal PNG.

“Ini merupakan sebuah motivasi, tetapi juga pengalaman berharga bagi sekolah kami, terutama bapak dan ibu guru maupun siswa, agar terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman di masa mendatang,” ungkap Ana.
Ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke daerah asal mereka di PNG.
“Kiranya setelah balik ke tempat asalnya, mama-mama dapat mengaplikasikan apa yang sudah mereka lihat dan pelajari, terutama mengenai cara memasak dengan baik dan benar tentang menu berbahan dasar lokal di Papua maupun menu pangan nusantara,” katanya.

Ana juga berharap kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada pelatihan kuliner, tetapi dapat berkembang ke bidang pendidikan lainnya yang tersedia di SNK Pariwisata Papua.
“Ke depan mungkin para siswa bisa belajar ke sekolah kami karena bukan hanya bidang kuliner, tetapi ada juga Busana, PPLG, Perhotelan, Pariwisata, dan Kecantikan,” pungkasnya.
(Melviandres Pamanggori-Redaksi DA)





Apa komentar anda ?