ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Jumat, April 17, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Dana Otsus Bukan Belas Kasihan Tapi  Utang  Negara pada Rakyat Papua

Dana Otsus Bukan Belas Kasihan Tapi  Utang  Negara pada Rakyat Papua

Oleh : Nokenlive
15 April 2026
Di Nasional, Papua Pegunungan, PAPUA SELATAN, Papua Tengah, Papua Terkini, Politik dan Pemerintahan, Provinsi Papua
0
Dana Otsus Bukan Belas Kasihan Tapi  Utang  Negara pada Rakyat  Papua

Anggota Komisi II DPR RI , Deddy Sitorus (Foto Istimewah)

Jakarta, Nokenlive.com – Anggota DPR RI, Dedy Sitorus, memberikan pernyataan menohok terkait evaluasi Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Aceh dan Papua. Ia menegaskan bahwa dana Otsus yang dikucurkan selama ini jangan dipandang sebagai pemberian sukarela atau “belas kasihan” dari pemerintah pusat, melainkan sebuah kewajiban moral dan konstitusional.

“Dana Otsus itu bukan belas kasihan negara. Sama sekali bukan. Undang-Undang Otonomi Khusus adalah cara negara ini membayar ‘utang’ pada rakyat Aceh dan rakyat Papua. Kita harus sepakati itu dulu,” tegas Dedy dalam RDP dan evaluasi otonomi daerah bersama Kementerian Dalam Negeri. Senin (13/4/2026)

Dedy menjelaskan bahwa keberadaan Aceh dan Papua sangat krusial bagi integritas wilayah Indonesia secara geopolitik dan geostrategi. Tanpa kedua wilayah ini, pertahanan dan kedaulatan Indonesia akan menjadi sangat rentan.

Menurutnya, kekhususan yang diberikan bukan hanya karena sejarah konflik, tetapi merupakan upaya sadar untuk membuat kualitas hidup masyarakat di sana sejajar dengan daerah lain, khususnya di Pulau Jawa.

“Saya tidak bisa membayangkan kalau Papua dan Aceh bukan bagian dari wilayah Indonesia. Betapa rentannya negara ini. Jadi, kita tidak bisa main-main, ini bukan soal bisnis semata, ini soal menjaga negara,” tambahnya.

Dedy mengkritik pola perencanaan pembangunan yang selama ini dianggap terbalik. Ia mendorong pemerintah, khususnya Kemendagri, untuk menyusun rancangan teknokratik yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat, bukan dari ketersediaan anggaran.

“Jangan bicara anggaran dulu baru bicara teknis. Tidak akan sampai tujuannya. Kita butuh rencana jelas untuk 20 tahun ke depan. Berapa panjang jalan yang mau dibangun, berapa banyak sekolah, puskesmas, hingga dokter yang dibutuhkan agar negara benar-benar terasa kehadirannya,” ujar Dedy.

Ia juga menyoroti ancaman eksploitasi lahan di Papua. Dengan ratusan ribu hektar lahan yang kini beralih menjadi perkebunan swasta, Dedy khawatir Papua akan menjadi “Kalimantan Kedua” di mana masyarakat asli hanya menjadi penonton atau buruh di tanah sendiri.

“Kalau pemerintah mau bangun sawit habis-habisan di sana, pekerjanya dari mana? Saya yakin tidak sampai 5 persen orang asli Papua. Pasti dibawa dari luar. Sampai kapan pun, ini akan terus menjadi sumber konflik jika budaya dan hak masyarakat lokal diabaikan,” cetusnya.

Ia menceritakan keprihatinannya saat melihat warga lokal yang harus menukar hasil bumi hanya untuk sebungkus mi instan. “Jahat banget kita kalau kondisi seperti itu masih terjadi di tanah yang kaya raya.”

Sebagai penutup, Dedy mendorong Menteri Dalam Negeri untuk memimpin kolaborasi lintas sektoral—melalui kementerian teknis seperti ESDM, Pertanian, dan Kehutanan—agar pembangunan di wilayah perbatasan terintegrasi.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan dan peningkatan kapasitas SDM lokal. Dedy mengakui adanya perilaku oknum elit daerah yang buruk dalam mengelola anggaran, namun hal itu terjadi karena konsep visi bersama antara pusat dan daerah yang belum utuh.

“Negara harus hadir secara utuh, bukan parsial. Setiap rupiah yang dikucurkan, baik melalui Otsus maupun DAU, harus ditujukan untuk kemajuan rakyat, bukan diperlakukan seperti uang pribadi oleh elit. Kita baru bisa disebut bangsa yang berhasil jika rakyat di Aceh dan Papua—yang tanahnya kaya raya itu—benar-benar merasakan kemakmuran,” pungkasnya.

(Red)

 

Tags: Dana Otsus 2026Dedy SitorusKomisi II DPR RIOtsus di Tanah Papua
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Persipura Benahi Finishing Jelang Duel Kontra PSIS

Berita Selanjutnya

Dewan Soroti Kinerja Pemprov Papua Pegunungan, Dukungan untuk Tugas DPRP dan MRP Belum Maksimal

Berita Terkait

Sidak kantor dan RSUD, Wabup Arnold Nam Beri Peringatan Keras: ASN Hilang Tempat Tugas Akan Terima Sanksi Tegas
Kabar Daerah

Sidak kantor dan RSUD, Wabup Arnold Nam Beri Peringatan Keras: ASN Hilang Tempat Tugas Akan Terima Sanksi Tegas

Tanpa Insiden, Angkutan Lebaran PELNI Nabire Lampaui Target Nasional
Nasional

Tanpa Insiden, Angkutan Lebaran PELNI Nabire Lampaui Target Nasional

Terima Pelepasan Hak Ulayat, Pemkab Puncak Segera Bangun Pusat Pemerintahan Baru di Gome
Kabar Daerah

Terima Pelepasan Hak Ulayat, Pemkab Puncak Segera Bangun Pusat Pemerintahan Baru di Gome

Otonomi Khusus Papua, Antara Janji Afirmasi dan Realita yang Tertinggal
Nasional

Otonomi Khusus Papua, Antara Janji Afirmasi dan Realita yang Tertinggal

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua