JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Jayapura memprediksi adanya lonjakan jumlah penumpang angkutan laut pada masa mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 sebesar sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Jayapura, Semuel Yabes Yermia, mengatakan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menggelar Posko Angkutan Lebaran Tahun 2026. Di wilayah Jayapura, posko tersebut telah dibuka di area Pelabuhan Jayapura.
Hal itu disampaikan Yabes saat ditemui awak media usai melakukan pemantauan di Posko Angkutan Lebaran Pelabuhan Jayapura, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, Posko Angkutan Lebaran 1447 H/2026 akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026.

Keterangan Foto : Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut Dan Usaha Kepelabuhanan Ksop Kelas Ii Jayapura, Semuel Yabes Yermia, Saat Memberikan Keterangan Kepada Awak Media Di Ruang Kerjanya, Senin (16/3/2026). Dalam Kesempatan Tersebut, Ia Menjelaskan Kesiapan Armada Dan Prediksi Lonjakan Penumpang Sebesar 15 Persen Pada Musim Mudik Lebaran 1447 H.
“Posko angkutan Lebaran 1447 H/2026 akan beroperasi mulai tanggal 13 hingga 30 Maret 2026, atau sekitar 18 hari kerja,” jelasnya.
Menurut Yabes, KSOP Jayapura juga telah melakukan uji petik terhadap armada kapal yang singgah di Pelabuhan Jayapura guna memastikan kesiapan operasional selama masa mudik.
“Seperti biasa pihaknya sudah melakukan uji petik terhadap armada kapal yang singgah di Pelabuhan Jayapura dengan jumlah 9 kapal, kecuali kapal milik PT Pelni yang sudah langsung dilakukan dari pusat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh armada kapal yang akan melayani penumpang telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan layak berlayar.
“Seluruh armada sudah dilakukan pemeriksaan 100 persen dan layak untuk berlayar dalam mendukung kegiatan mudik Lebaran tahun 2026 di wilayah Jayapura maupun Papua umumnya,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026, KSOP Jayapura juga berkolaborasi dengan sejumlah instansi terkait untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik melalui jalur laut.
Beberapa instansi yang terlibat di antaranya Basarnas, TNI, Polri, Pelindo, PT Pelni, Asosiasi Pelayaran, Karantina, BMKG, serta Dinas Perhubungan.
Sementara itu, terkait potensi lonjakan penumpang pada puncak arus mudik Lebaran 2026, Yabes menyebutkan peningkatan diperkirakan sekitar 15 persen dan dinilai tidak terlalu signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk membeli tiket lebih awal.
Ia juga mengingatkan calon penumpang untuk tidak membawa barang-barang terlarang selama perjalanan.
“Berharap warga masyarakat atau calon penumpang yang akan mudik supaya membeli tiket jauh hari sebelumnya, bawa barang seperlunya saja, hindari membawa barang terlarang seperti miras, narkotika, senjata tajam dan bahan berbahaya lainnya termasuk hewan dan tumbuhan yang dilindungi oleh undang-undang,” pungkasnya.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi MR )





Apa komentar anda ?