YALIMO, NOKENLIVE.com – Bupati Kabupaten Yalimo, Dr. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M., bersama rombongan tim pemekaran Kabupaten Benawa melakukan kunjungan ke Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, menggunakan pesawat berbadan kecil milik penerbangan Yayasan Doyo Sentani Jahapuea. Kamis, (12/3/2026).
Kedatangan rombongan di Bandara Perintis Benawa disambut meriah oleh masyarakat setempat dengan tarian tradisional suku Meek. Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran berbagai elemen masyarakat yang memadati Distrik Benawa dalam rangka Deklarasi Calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Benawa.

Rombongan Bupati Nahor Nekwek turut diikuti oleh Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Benawa Sergius Bomol yang juga merupakan anggota DPR Papua Pegunungan. Selain itu hadir pula Ketua DPRK Kabupaten Yalimo Elia Yare, Wakil Ketua I DPRK Kabupaten Yalimo Eliakin Kepno, utusan anggota MRP Provinsi Papua Pegunungan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Deklarasi tersebut dihadiri oleh tiga suku besar yang mendiami wilayah Distrik Benawa, yakni Suku Meek, Suku Mapauri, dan Suku Yali, yang secara bersama-sama menyatakan dukungan terhadap pembentukan Kabupaten Benawa sebagai daerah otonomi baru.

Dalam sambutannya, Bupati Yalimo Dr. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M. menyampaikan bahwa aspirasi pemekaran ini merupakan kehendak murni masyarakat.
“Diri saya menjadi Bupati Kabupaten Yalimo karena suara rakyat di lima distrik yang ada di Kabupaten Yalimo, termasuk di Distrik Benawa. Dengan demikian aspirasi murni dari para intelektual, anak-anak dan masyarakat di Distrik Benawa untuk meminta pemekaran kabupaten baru dengan ibu kota Benawa ini, pemerintah daerah mendukung,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung aspirasi masyarakat dari berbagai suku yang ada di wilayah tersebut.

“Pemerintah daerah mendukung aspirasi masyarakat Suku Meek, Mapauri, Yali dan Lani yang ada di Distrik Benawa untuk menjadi daerah otonom baru. Proses ini merupakan awal, sehingga tim bersama masyarakat harus bersatu berjuang bersama untuk menjadikan Benawa sebagai ibu kota daerah otonom baru,” kata Nahor Nekwek.
Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah dalam deklarasi tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung aspirasi masyarakat.
“Kehadiran pemerintah daerah untuk melihat secara langsung aspirasi masyarakat dan tim pemekaran kabupaten baru ini. Aspirasi ini akan dikawal oleh tim untuk diteruskan kepada pemerintah pusat agar menetapkan Benawa sebagai daerah otonom baru,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Benawa Sergius Bomol menjelaskan bahwa wilayah Distrik Benawa secara adat terbagi dalam dua wilayah kepemimpinan.
“Wilayah Distrik Benawa dibagi menjadi dua wilayah, yaitu wilayah rawa yang dipimpin oleh Ondoapi dan wilayah gunung yang dipimpin oleh kepala suku. Dengan demikian masyarakat mengikuti para Ondoapi dan kepala suku mereka masing-masing,” jelasnya.
Ia mengatakan aspirasi pembentukan daerah otonom baru muncul dari masyarakat sendiri.
“Aspirasi daerah otonom baru ini datang dari masyarakat. Karena itu kami sebagai tim pemekaran dan juga sebagai lembaga DPR serta MRP di Provinsi Papua Pegunungan mendukung dan mendorong agar daerah otonom baru ini bisa terwujud,” ujarnya.
Bomol juga berharap seluruh masyarakat bersatu memperjuangkan pemekaran tersebut.
“Kami berharap masyarakat bersatu untuk memperjuangkan daerah otonom baru ini agar Benawa dapat menjadi daerah otonom baru sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Yalimo,” tuturnya.

Acara deklarasi Daerah Otonomi Baru Kabupaten Benawa diawali dengan tradisi bakar batu, sebuah ritual adat yang melibatkan masyarakat dari Suku Meek, Suku Yali, dan Suku Mapauri sebagai simbol kebersamaan dan dukungan terhadap perjuangan pemekaran wilayah tersebut.
(Redaksi DA)





Apa komentar anda ?