TOLIKARA, NOKENLIVE.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Sosial kembali menyalurkan bantuan tahap pemulihan bagi korban kebakaran hebat yang melanda kawasan Giling Batu, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, pada 28 Januari 2026.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung di Posko Induk Tanggap Darurat yang berpusat di Kantor Distrik Karubaga, Jumat (13/2/2026). Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, menyerahkan bantuan kepada Bupati Tolikara, Willem Wandik, didampingi Kepala BPBD Tolikara dan Kepala Dinas Sosial Tolikara. Penyaluran bantuan tersebut turut disaksikan aparat TNI-Polri, tokoh gereja, serta relawan.

Dalam kesempatan itu, Yanius menegaskan bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi sejumlah bencana secara bersamaan.
“Kami menghadapi berbagai bencana sekaligus, mulai dari banjir, longsor hingga kebakaran besar. Dalam situasi seperti ini kita harus tetap kuat dan membangun sinergi antara kabupaten, provinsi, dan pusat.”
Kebakaran yang terjadi di kawasan Giling Batu—yang dahulu dikenal dengan nama Yelonggolo—menghanguskan lebih dari seratus unit rumah dan ratusan kios milik warga. Bencana tersebut berdampak pada 256 kepala keluarga atau sebanyak 976 jiwa. Sebagian besar korban merupakan pedagang yang kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber mata pencaharian.

Pemerintah daerah pun bergerak cepat menyiapkan langkah pemulihan, termasuk rencana relokasi sementara ke kawasan Pasar Sentral Karubaga yang berada satu area dengan terminal dan los pasar.
“Kalau tidak segera difasilitasi, para pedagang akan sangat kesulitan. Pemerintah sedang menyiapkan relokasi sementara ke Pasar Sentral Karubaga agar aktivitas ekonomi bisa kembali berjalan.”
Sebagai bentuk dukungan pemulihan, Dinas Sosial Papua Pegunungan menyalurkan berbagai bantuan kebutuhan pokok, di antaranya lima ton beras, gula, kopi, teh, garam, mi instan, minyak goreng, susu, tikar, dan selimut.

Yanius berharap masyarakat dapat melihat bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian pemerintah.
“Kami berharap masyarakat tidak melihat besar kecilnya bantuan, tetapi melihat kehadiran kami sebagai bentuk kepedulian dan nilai kemanusiaan.”
Kerugian material akibat kebakaran ini ditaksir mencapai lebih dari Rp96 miliar, mencakup rumah tinggal, toko dan kios, warung makan, usaha jasa, hingga ternak milik warga.

Selain Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, bantuan juga datang dari berbagai pihak, di antaranya Kementerian Sosial RI, BPBD Papua Pegunungan, KKSS, Bhayangkari Papua, TP-PKK Tolikara, DPR Papua Pegunungan, MRP Papua Pegunungan, serta unsur masyarakat lainnya.
Pemerintah Kabupaten Tolikara memastikan posko tanggap darurat tetap beroperasi setiap hari guna melayani kebutuhan para pengungsi. Di saat yang sama, pemerintah terus mematangkan rencana relokasi dan pembangunan kembali rumah warga yang terdampak, agar masyarakat Karubaga dapat segera bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. (Redaksi – DA)





Apa komentar anda ?