JAYAPURA, NOKENLIVE.com- Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Pegunungan Bintang (IMPETANG), Se Indonesia departemen Hukum dan HAM Menggelar Mimbar bebas Bentuk penolakan militer dan evakuasi warga pengungsi di kabupaten pegunungan bintang. Ini berlangsung di Asrama Mahasiswa Pegunungan bintang, di Expo jalan naik Buper, kota Jayapura Papua, Sabtu (04/1/2025).
Darki Uropmabin menyampaikan semua insiden kontak tembak menembak akibat pendoropan militerisme di kabupaten pegunungan bintang, dengan alasan menjaga keaman warga dan kenyaman kawasan perbatasan kemudian penempatan pos,militer di pasilitas umum,bahkan pembangunan pos dimana hal ini berdampak pada masyarak setempat untuk melakukan aktivitas, menjadi Pendoropan militer dengan alasan mengamankan warga di wilayah kawasan perbatasan, membuat trauma, kepanikan ketakutan ketegangan, mengganggu pisikolgis, masyarat dan juga anak.
“Masyarakat jadi kepanikan. Masyarakt tinggal tanpa keamanan lebih nayaman dari pada kehadiran militer di tengah,, masyarakat, untuk itu, “kami Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa/i pelajar Pegunungan Bintang menyampaikan sikap kritis kepada pemerintah untuk segera melihat situasi saat ini dan tindaklanjuti,” ujarnya.
Melihat dengan uraian diatas ini, maka kami menyampaikan sikap sebagai berikut:
- Hentikan Pendoropan Militerisme, dan Segera Tarik Kembali Militer Organik maupun Non Organik di Kabupaten pegunungan bintang;
- Pemerintah Segera Mengevakuasi, pengungsian di distrik Kiwirok dan Di distrik Oksop;
- Bupati pegunungan bintang (Spey Yan Birdana) Hentikan Pengijinan Investor masuk di Kabupaten pegunungan bintang 4. Pembangunan 7 Pos, Militer di distrik Serambakon, segera di Hentikan Karena masyarakat Tidak Mengijinkan;
- Hentikan Perencanaan pembangunan Pos,, Militer di kabupaten Pegunungan bintang, Cukup di distrik yg sebelumnya ada saja;
- Kapolres Kabupaten pegunungan bintang, Segera, Mengakui dan Adili Pihak Pelaku Korban, 2 Pemuda Atas nama, Aspenas Kasipmabin dan Jon stok di distrik Serambakon Tahun 2020;
- Hentikan Perencanaan pembukaan Tambang Batu Kristal plasma di kabupaten Pegunungan bintang;
- Bupati pegunungan bintang Hentikan, perencanaan Melanjutkan Operasi Tambang Emas di Bonali di distrik Pepera;
- Militerisme Stop, kriminalisasi Warga Sipil tanpa ada Barang Bukti. 10. Kami mahasiswa pegunungan bintang, Bersifat mendukung, terhadap Pemerintah atas upaya, Anti Penyakit Sosial yang sementara Kasih jalan;
- Pemerintah Pegunungan Bintang segera buku ruang dialog bersama Pihak militer, Mahasiswa, dan Lembaga-lembaga ada di pegunungan bintang untuk selesai persoalan Kemanusiaan di Kabupaten pegunungan bintang;
- Berikan hak Penentuan Nasip Sendiri bagi bangsa Papua, sebagai Solusi Akhir. (Hubertus Gobai/Redaksi NL)





Apa komentar anda ?