JAYAPURA, NOKENLIVE com- Wakil Wali Kota Jayapura, Haji Rustan Saru mengatakan pegawai negeri sipil di lingkungan pemkot jayapura perlu meningkatkan komitmen kerjanya yang telah dicanangkan bersama yaitu: Tertib Admisntrasi, Tertib Aturan, Tertib Anggaran dan Tertib Pengendalian dan Pengawasan.
Hal ini diungkapnya kepada wartawan, usai melakukan rapat terbatas bersama Kepala Satuan perangkat daerah (SKPD) dilingkungan pemkot jayapura di Man Hall Kantor Wali Kota Jayapura pada Senin, (8/9/2025).
“Komitmen diatas dapat kita lakukan apabila para PNS bisa displin masuk kantor juga displin bekerja. Hal tersebut sangat berdampak terhadap pelayanan kemasyarakatan di Kota Jayapura, “ ujarnya Rustan Saru.
“Semua yang direncanakan dan diprogramkan akan terlaksana dan tercapai dengan baik dan dirasakan dampaknya, apabila dilakukan dengan baik dan tulus karena pegawai negeri adalah pelayan masyarakat,” sambung dia.
Ditambahkannya, masalah disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga honorer dan P3K di lingkungan Pemkot Jayapura, harus jadi perhatian bersama dalam rangka berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Kota Jayapura.
“Jangan datang absen pagi lalu keluar sampai tunggu waktu pulang lalu kembali, ini juga kurang displin dalam tertib administrasi tapi juga tertib anggaran dan sebagainya,” tegasya.
Rustan menyatakan, saat ini anggaran belanja pegawai di Kota Jayapura sebesar 56 persen dan belanja publik sebesar 44 persen. Dan direncanakan pada Tahun 2027 akan di lakukan perubahan jadi belanja pegawai 30 persen dan belanja publiknya 70 persen.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Jayapura pun ingatkan kepada tiap OPD dilingkungan pemkot jayapura supaya setiap kegiatan yang dibuat harus di upload ke publik melalui media baik medsos dinas atau media massa supaya diketahui masyarakat luas, apalagi kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat setempat.
“Kepada Dinas Pariwisata Kota Jayapura, supaya optimalkan potensi wisata alam yang ada dengan membangun komunikasi dengan masyarakat adat, agar dikelola dengan baik untuk mendatangkan pendapatan asli daerah tapi juga bagi pendapatan masyarakat dikampung pemilik tempat wisatanya, “ jelasnya. (Melviandres Pamanggori/Fredik)





Apa komentar anda ?