WAMENA,NOKENLIVE.Com – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Wamena. Sabtu 16 Agustus 2025, tepat pukul 17:00 WIT, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menggelar Upacara Penetapan Waktu (Taptu) dan pawai obor yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Jayawijaya.
Upacara Taptu sendiri merupakan tradisi kemiliteran yang telah diwariskan sejak masa perjuangan kemerdekaan. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kewaspadaan pasukan, menyalakan kembali semangat pengabdian kepada bangsa, sekaligus menanamkan nilai patriotisme kepada generasi muda. Penyalaan obor menjadi simbol terang kemerdekaan yang harus terus dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Upacara Taptu dipimpin oleh Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, S.E, dan turut dihadiri Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, Wakil Gubernur Ones Pahabol, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, Wakil Bupati Ronny Elopere, Forkopimda, serta jajaran TP PKK Provinsi dan Kabupaten.
Usai upacara, ratusan peserta dari TNI-Polri, ASN, Ormas/OKP, Pramuka, hingga pelajar ikut dalam pawai obor. Rute pawai dimulai dari halaman Kantor Bupati Jayawijaya, melewati Jalan Yos Sudarso, Trikora, Pattimura, hingga Jalan Jenderal Sudirman dan Tugu Salib, lalu kembali ke Kantor Bupati. Suasana khidmat berpadu dengan semangat nasionalisme warga yang memadati sepanjang jalan.
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memastikan, puncak peringatan HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI akan tetap dilaksanakan pada Minggu, 17 Agustus 2025, di mulai pukul 09.00 WIT.
Meski peringatan HUT tahun ini bertepatan dengan hari Minggu yang merupakan hari ibadah bagi umat Kristiani yang mayoritas di Papua, pemerintah daerah menegaskan seluruh rangkaian upacara tetap dilaksanakan dengan penuh penghormatan, tanpa mengurangi makna spiritual masyarakat.
Peringatan HUT RI ke-80 di Papua Pegunungan bukan hanya tentang upacara seremonial, tetapi juga wujud kebersamaan dan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat persatuan, sambil tetap menghormati nilai-nilai religius yang hidup di tengah umat. ( Redaksi NL )





Apa komentar anda ?