JAYAPURA, NOKENLIVE.com– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana Tahun 2025 di Kota Jayapura.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari empat provinsi di wilayah Papua, yakni Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan, serta sejumlah kabupaten/kota.
Forum ini membahas pelaksanaan program pembangunan keluarga dan kependudukan, termasuk penguatan program Bangga Kencana hingga ke tingkat kecamatan tahun 2025.
Kepala Kemendukbangga Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai ruang strategis untuk mengakselerasi program prioritas nasional di Papua.
Baca juga: Bkkbn Papua Fokus Membangun Keluarga Berkwalitas
“Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, kita diberi kesehatan dan kesempatan untuk kembali berkumpul, baik secara langsung maupun virtual, dalam Rakerda Program Bangga Kencana 2025. Tema kita tahun ini adalah “Akselerasi Pelaksanaan 5 Quick Wins Kemendukbangga untuk Mewujudkan Generasi Emas Papua 2025,” ungkapnya.
Sarles menekankan, Rakerda kali ini menjadi momen penting dalam sejarah pembangunan keluarga di Papua. Selain sebagai ajang evaluasi program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting, forum ini juga menandai transformasi kelembagaan BKKBN menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).
“Ini momentum besar, karena kita tidak hanya mengevaluasi dan menyusun strategi. Tapi kita juga sedang memasuki babak baru dalam kelembagaan, dari BKKBN menuju kementerian. Ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kebijakan pembangunan keluarga,” ungkapnya.
Baca juga: Hari Anak dan Aids, Pemkab Biak dan BKKBN Adakan Seminar
Lebih lanjut, Sarles menjelaskan bahwa arah strategis program pada 2025 dan 2026 akan difokuskan pada penguatan keluarga, khususnya dalam penanganan stunting, kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita
“Kita tidak hanya bicara Keluarga berencana KB seperti dulu, yang identik dengan alat kontrasepsi. Kini orientasi kita adalah membangun keluarga yang kuat dan tangguh. Fokus kita ada pada 3B: Balita, Bunda (ibu hamil/menyusui), dan Bapak peran ayah dalam keluarga,” ujarnya.
Dia menyampaikan, lima Quick Wins dari Kemendukbangga harus diterjemahkan dan dijalankan dengan pendekatan berbasis kearifan lokal, agar selaras dengan budaya dan nilai-nilai masyarakat Papua. Kelima program unggulan dari kementerian harus mampu dijabarkan dalam konteks kearifan lokal.
Baca juga: Peduli Stunting, DP3A KB Kota Jayapura Gelar Advokasi Lewat Program Genting Tahun 2025
“Kita ingin pembangunan keluarga ini menyatu dengan kehidupan masyarakat Papua, bukan sekadar program nasional yang dipaksakan,” pungkasnya. (Hubertus Gobai/Fredik)





Apa komentar anda ?