Jayawijaya, Nokenlive.Com – Dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo dan Ones Pahabol serta pasangan Befa Yigibalom dan Natan Pahabol berkomitmen mewujudkan kampanye damai.
Kesepakatan bersama dilakukan pada acara deklarasi kampanye damai yang digagas KPU Provinsi Papua Pegunungan di Tugu Salib Kabupaten Jayawijaya, Selasa, 24 September.
Plh Ketua KPU Papua Pegunungan Melkianus Kambu mengatakan deklarasi ini merupakan instruksi undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah.
“Pemilihan gubernur dan wakil di Papua Pegunungan ini merupakan yang pertama kali,” katanya.
Setelah deklarasi kedua calon akan melakukan kampanye politik berdasarkan jadwal yang ditetapkan KPU Provinsi Papua yaitu pada 25 September hingga 23 November 2024. Selanjutnya pada 24 hingga 26 November merupakan masa tenang sebelum pencoblosan pada 27 November 2024.
“Jadi setelah pemungutan suara dan masuk pada rekapitulasi untuk provinsi diberikan waktu 28 November sampai dengan 16 Desember, sedangkan untuk tingkat kabupaten dari 28 November sampai dengan 13 Desember itu sudah selesai rekapitulasi,” katanya.
Dua sistem pemilihan yang diterapkan di Provinsi Papua Pegunungan adalah sistem noken dan sistem demokrasi. Jumlah daftar pemilih tetap di provinsi ini adalah 1.293.683.
“DPT ini tersebar di delapan kabupaten, 252 distrik, 2625 kelurahan dan desa serta 3429 TPS. Kami juga mengharapkan tetap pada asas pemilu yakni bebas, rahasia dan berkepastian hukum,” katanya.
[18:14, 9/24/2024] Kax Mansar: KPU Jayawijaya imbau calon tidak gerakkan massa perang
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan imbau empat calon tidak menggerakkan massa kampanye yang membawa alat perang seperti massa hendak perang yang panah, busur, tombak mapun parang dan kapak.
Ketua Divisi SDM di KPU Jayawijaya, Niko Asso usai deklarasi kampanye damai bersama para calon di Kantor KPU Jayawijaya, Selasa, mengharapkan kejadian brutal seperti yang terjadi pada pemilihan-pemilihan sebelumnya tidak terjadi lagi.
“Massa bawa alat tajam segala macam itu tidak boleh terjadi sebab pemilihan kepala daerah ini adalah perang saraf, bukan perang fisik sehingga mohon para calon kendalikan pendukung,” katanya.
Anton Wetipo, Calon Bupati Jayawijaya Nomor Urut 1 mengatakan mereka memiliki keinginan yang sama dengan KPU yaitu mewujudkan iklim demokrasi yang sehat tanpa mencederai siapapun.
“Kami mengajak kita semua tidak kembangkan hoax, saling memusuhi karena siapapun yang jadi pemimpin dialah pemimpin rakyat Jayawijaya,” katanya.
Dekim Karoba, calon Wakil Bupati Jayawijaya Nomor urut 1 menyampaikan keinginan yang sama yaitu mewujudkan pesta politik yang baik.
Esau Wetipo, Calon Bupati Jayawijaya Nomor urut 3, mengharapkan pesta politik yang baik di Jayawijaya menjadi pembelajaran bagi masyarakat kabupaten lain di Pegunungan.
“Siapapun yang akan terpilih adalah putra terbaik kami sehingga kami harapkan kepada seluruh pendukung di 40 distrik dan ratusan kampung wujudkan kedamaian,” katanya.
Ketua Tim Pemenang Pasangan Jhon Banua dan Marthin Yogobi, Fred Hubi mengimbau simpatisan wujudkan kedamaian sebab mereka optimis kandidat mereka akan menang.
“Kami sadar bahwa pilkada ini untuk memenangkan kandidat kami sehingga kita ajak semua pendukung berpolitik secara santun,” katanya.
Ketua DPD Partai Nasdem Jayawijaya Yos Elopere mengatakan pihaknya mendukung pasangan Jhon-Marthin sebab mereka dapat mengangkat harga diri masyarakat Lembah Baliem.
Sebagai contoh dukunga kedua pasangan, Yos Elopere telah menang dalam pemilihan wakil rakyat untuk DPR Provinsi Papua Pegungan dan akan dilantik sebagai Ketua DPR PP pada 8 November 2024.
“Hari ini kita orang lembah selalu bilang nyaiwerek (pemilik rumah), nyekagarek (pemilik hak ulayat) tetapi harga diri orang lembah diangkat hanya Jhon-Marthin saja. Atas perjuangan mereka, saya diberi kepercayaan atas nama Suku Hubula untuk jadi Ketua DPR Papua Pegunungan yang pertama,” katanya.
REDAKSI







Apa komentar anda ?