Jayapura, Nokenlive.com
Penetapan Molama di Wamena sebagai ibukota Provinsi Pagunungan Tengah mendapat penolakan dari mahasiswa dan masyarakat setempat.
Adapun penolakan mahasiswa dan masyarakat diantaranya Ikatan Keluarga Daerah Hitigima (IKDH), Ikatan Keluarga Assolokobal Baliem (IKAB), Komunitas Mahasiswa, Pelajar Pemuda dan Masyarakat, Maima, Minimo, Popugoba ( KMPM- MAMIMPO) Jayawijaya.
Ikatan keluarga tersebut berasal dari empat distrik yaitu, Distrik Assolokobal, Maima, Popuguwa, Astipo, Welesi, dan Wouma.
“Jika daerah tersebut dibangun gedung sebagai ibu kota provinsi, maka akan berakibat hilangnya jati diri sebagai masyarakat adat karena alam sekitar sudah berubah menjadi bangunan,” ungkap Yosep Asso saat mengadakan jumpa pers di pantai Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Minggu (31/7/2022).
Yosep Asso mengatakan, Molama merupakan tempat masyarakat mengelola kebun dan beternak. Oleh karena itu, pihaknya menolak semua tawaran yang diberikan pemerintah.
Seharusnya, kata Yosep Asso, pembangunan di Molama melibatkan semua masyarakat, suku, dan klen, Welesi, Woma, Aselokobal, Asetipo dan Maima.
Dikatakanya, dalam pengambilan keputusan penempatan ibu kota provinsi tampa melibatkan suku besar, marga, juga masyarakat setempat dan pengambilan keputusan dilakukan oleh sekelintir orang sehingga, solidaritas mahasiswa empat distrik alinsi Asolokobal, menyikapi dampak-dampak positif dan negatif yang akan terjadi kedepan.
Beberapa poin disampaikan Yosep Asso, perlu melihat keseluruhan isinya alam wilayah aliansi Asolokobal, seperti, tanah hutan. Asolokobal, menurut Yosep Asso akan terjadi ladang eksplositasis SDA karena pemekaran akan membuka akses dan memberi jaminan sepenuhnya pada kapitalis asing dan Indonesia. “Akibatya masyarakat adat tergusur atas negerinya sendiri,” ungkapnya.
Asso lebih lanjut mengatakan, wacana pemerintah akan bangun kantor di wilayah Wamena Selatan, solidaritas mahasiswa dengan tegas kami akan tolaknhya dimana ini hanya kepentingan elit-elit politik local akibatnya akan mengorbankan rakyatnya sendiri.(TIMOTIUS BOMA)





Apa komentar anda ?