Sentani, Nokenlive.com – Tak terima disebut sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) keluarga korban alm. Mince Msen Lambe yang meninggal di RSUD Youwari pada 13 April lalu melakukan aksi demi di kantor bupati Jayapura.
Puluhan keluarga korban, mendatangi kantor bupati, Jumat (08/05) siang meminta penjelasan dan pertanggung jawaban terkait penyataan bahwa korban adalah PDP Covid-19.
Dalam kesempatan tersebut, salah satu keluarga korban, Adolf Msen menuturkan aksi demo di depan kantor Bupati Jayapura ini dipicu oleh ketidakpuasan keluarga atas meninggalnya salah satu pasien RS.Yowari pada tgl 13april lalu yang disebut PDP Covid-19.
Menurut Adolf, pihak RS Yowari menyatakan sebagai pasien PDP covid-19 tanpa menunggu hasil Test Swapt terlebih dahulu, setelah pasien meninggal dunia beberapa hari kemudian barulah hasil tes diketahui bahwa pasien tidaklah terpapar Covid-19.
Lanjut Adolf Msen, aksi protes yang dilakukan merupakan ketidakpuasan keluarga kepada pemerintah daerah dan RS Yowari atas protokol pemakaman yang dilakukan.
Sementara itu Asisten III Kabupaten Jayapura Thimotius Demetouw ketika menerima masa pendemo mewakili Bupati menyampaikan pihak pemerintah daerah akan menindaklanjuti permintaan keluarga dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait.
(Jack)





Apa komentar anda ?