Keerom, Nokenlive.com – Guna memenuhi kebutuhan warga masyarakat di 91 Kampung, Pemerintah Kabupaten Keerom menyalurkan bantuan bahan makanan ke 19 ribu kepala keluarga yang tersebar di 11 Distrik di Kabupaten Keerom.
Penyaluran bantuan di lepas secara langsung oleh Bupati Kabupaten Keerom Muh.Markum yang di pusatkan di Halaman Kantor Bupati Keerom, Rabu (06/05). Turut hadir dalam penyaluran bantuan tersebut Ketua DPRD Keerom Bambang Mujiono, Kepolres Keerom AKBP Bakthiar Joko Mujiono dan para Kepala SKPD dan Kepala Distrik dan Kampung.
Kepada wartawan usai penyerahan bantuan Bupati Keerom Muh. Markum menjelaskan, awalnya terdapat 15.00ribu penerima bantuan, namun setelah di verifikasi ulang jumlahnya bertambah menjadi 19ribu dan hari ini semua bantuan bahan makan ini di mulai disalurkan.
“Awalnya yang terdapat 15, namun setelah di verifikasi ulang jumlahnya menjadi 19 ribu penerima bantuan,” tutur Bupati Markum.
Lanjut Markum, bantuan ini diberikan khusus kepada keluarga yang terdampak covid-19, selain para janda, duda dan yatim piatu semua berhak menerima bantuan dari Pemerintah ini. Pemerintah juga menyalurkan bantuan melalui program Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan Nontunai dab Bantuan Langsung Tunia (BLT).
“Selain program Bantuan bama, Bantuan Program Kelaurga Harapan (PHK), bantuan Nontunai, Bantuan langsung Tunia (BLT), “ ucap Bupati Keerom.
Dalam kesempatan itu juga Bupati mengajak semua pihak, baik itu SKPD, DIstrik, TNI dan Polri untuk membantu mengawasi penyaluran bantuan tersebut. Jika ada yang belum dapat karena tidak terdata segera laporkan ke kepala kampung.
Sementara itu FIlipus Palok Kepala Kampung Semografi Distrik Web mengucap banyak terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah menyalurkan bantuan kepada warga yang ada di Kampung-kampung di kabupaten Keerom.
Filipus Palok juga menjelaskan, 160 warga di kampungnya semua masuk dalam penerima bantuan yang salurkan oleh pemerintah. Bantuan akan di terima di kantor Distrik dan selanjutnya akan disalurkan ke warga di kampungnya.
Hanya saja kata Filupus, berhubung kampungnya cukup jauh dan harus berjalan kaki 7 Kilometer, maka warga diminta datang untuk mengambil bantuan dan pikul bawa ke kampung-kampung. Namun untuk janda, duda dan yatim piatu gotong royong di bawah ke Kampung.
Filipus juga menuturkan saat ini ia dan beberapa kepala Kampung lainnnya menunggu pencairan dana desa dan menunggu arahan dari Bupati Keerom pengunaan dana tersebut selama masa penyebaran virus Corona ini.
(Jack)





Apa komentar anda ?