Jayapura, Nokenlive.com – Pelatih Sepakbola PON Papua Eduard Ivakdalam mengeluhkan sikap dari KONI Papua yang mengurusi tiap cabang olahraga PON Papua yang sedang menjalani pemusatan latihan terpusat, saat ini belum membayarkan uang saku dari para pemainnya selama 4 bulan lamanya.
“Setelah berjalan mereka tetap jalan, kita untung pemain tidak banyak menutut. Kita kompenen ini manajemen, pengurus apa yang menjadi hak pemain mereka harus tahu itu, harus diperhatikan dan di selesaikan,” kata Eduard Ivakdalam kepada media ini, Senin (23/09/2019) di Jayapura.
Dikatakan Edu, sebagai penanggung jawab cabor bukan hanya menuntut harus meraih medali emas. Namun juga harus bertanggung jawab dan memperhatikan kebutuhan dari para pelatih maupun pemainnya sendiri.
“Kita pelatih punya tanggung jawab latihan-latihan, siapkan tim. Hak-hak dari pelatih, pemain harus perhatikan jangan kita harus mengemis kepada mereka,” tegasnya.
Legenda hidup Persipura Jayapura ini mengaku selama menjalani latihan terpusat tidak ada seorangpun pengurus cabor maupun manajemen datang berkunjung ketika tim sepakbola PON Papua menjalani latihan.
Apalagi menurutnya pihaknya berencana akan melakukan serangkaian tour ke daerah menyeleksi pemain, mengingat program promosi degdrasi masih harus dilakukan untuk mendapatkan skuad terbaik jelang perhelatan PON 2020 Papua.
“Terus kalau tidak ada perhatian sama sekali, jangan harap kita datang terus berteriak-teriak disana. Mereka harus bertanggung jawab sama tugas yang Tuhan berikan untuk mereka,” tuturnya.
Kendati demikian, Ia tetap meminta para pemain untuk terus berlatih tidak memikirkan hal tersebut, bahkan tidak melakukan gerakan tambahan seperti mogok. Mengingat sukses prestasi bagi Papua merupakan kebanggaan dan cabor sepakbola bisa mengangkat harkat martabat tanah Papua.
“Jadi ini yang saya sampaikan bahwa uang pribadi harus keluar untuk tim, tapi bagi saya kita kerja untuk Papua, makanya pemain masih terus berlatih dan semangat bela nama Papua ini,” tutupnya.
(Yod)





Apa komentar anda ?