Jayapura, Nokenlive.com – Mahasiswa Papua dari berbagai kota study di pulau Jawa dalam jumlah besar pada pulang di Papua akibat tindakan rasis dan aksi persekusi oleh TNI/POLRI dan Ormas di kota studi Surabaya, Malang dan Makassar.
Sebanyak 1.200-an lebih mahasiswa sementara ada di Papua dan sampai saat ini belum ada indikasi untuk mereka (para mahasiswa kembali berkuliah di kota studynya masing-masing).
Mereka mengalami banyak tantangan diantaranya tindakan rasis, persekusi dan tindakan teror lain seperti( sebuah karung berisi ular dilempar di halaman asrama).
Sampai saat ini, Pemerintah Provinsi Papua tengah berupaya menyembalikan mahasiswa/i di kota studinya, namun Pemprov juga tengah mengalami kebingunan karena sampai saat ini pula belum ada kesepakatan antara mahasiswa bersama pemerintah provinsi Papua.
Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP,.MH mengundang para mahasiswa yang sudah pulang di Papua untuk mengampaikan aspirasi mereka kepada gubernur Papua, namun mereka (para mahasiswa) belum juga hadir dalam rapat koordinasi dan konsolidasi yang digelar gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura pada, Jumat, (13/9/2019).
Tujuan rapat koordinasi dan konsolidasi tersebut, bertujuan untuk mendengar apa yang dirasakan dan dialami mahasiswa Papua di kota studinya sejak saat itu sampai hari ini.
Dalam rapat koordinasi dan konsolidasi yang digelar gubernur Papua Lukas Enembe itu juga dihadiri Forkomimda Provinsi dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan mahasiwa untuk menyikapi rencana eksodus mahasiswa Papua.
Gubernur Papua Lukas Enembe,S.IP,.MH mengundang para mahasiwa di luar Papua yang terdampak rasis di kota Surabaya, Malang dan Makassar, nanum undangan gubernur Enembe ditolak lagi oleh mahasiswa.
Terkait ketidakhadiran mahasiswa dalam pertemuan itu, Gubernur Emembe meminta para bupati untuk harus koordinasi kembali dengan mahasiswa untuk mau pulang atau kuliah di Papua.
“Saya diberitahukan kepada seluruh bupati bahwa harus komunikasi dan melakukan pendekatan dengan mereka (mahasiswa). Kemudian bicarakan, mau kembali kuliah atau tinggal di Papua,”kata gubernur Papua Lukas Enembe kepada wartawan di Jayapura, Jumat (13/9).
Gubernur Enembe juga berkeinginan untuk mahasiswa Papua harus kembali ke kota studinya masing-masing karena bulan September ini memasuki tengah semester.
“Saya berharap mahasiswa harus kembali ke kota studinya. Karena, aktifitas kuliah sudah mulai berlangsung,”katanya.
(Thiand)





Apa komentar anda ?