Jayapura, Nokenlive.com – Tingkat Produksi industri manufaktur di provinsi Papua pada triwulan II-2019 mengalami tertumbuhan sebesar 1,74 persen dibandinghkan dengan triwulan I pada tahun 2019.
Angka pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari angka pertumbuhan secara nasional yang tumbuh negatif sebesar 1,91 persen.
Penurunan angka pertumbuhan ini disebabkan karena selama Triwulan II- 2019 terjadi penurunan produski pada industri kayu, barang dari kayu (tidak termasuk fornitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya.
“Perusahan masih mengalami permasalahan yang sama yaitu kesulitan memperoleh izin untuk memperluas lahan Hak Perusahaan Hutan (HPH), sehingga perusahaan harus melakukan efisiensi produksi,”kata Kepala Dinas BPS provinsi Papua melalui Kepala Bidang Statistik Ditribusi, Bambang Wahyu Ponco,SST,.M.Si kepada wartawan di Jayapura, Kamis, (1/8/2019).
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda terjadi pada produksi Industri Minuman. Komoditi industri tersebut selama triwulan II-2019 mengalami pertumbuhan positif sama seperti pada triwulan I-2019.
“Fenomena ini terjadi karena begitu besarnya permintaan masyarakat saat bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri,”ujar.
Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil provinsi Papua pada triwulan II-tahun 2019 mengalami pertumbuhan positif sebesar 8,40 persen dari triwulan I-2019.
“Jika dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan II-2018, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang provinsi Papua pada triwulan II-2019 mengalami perrtumbuhan negatif yaitu sebesar 4,35 persen,” katanya.
Jika dilihat berdasarkan pertumbuhan produksi indistri mikro dan kecil triwulan II-2019 Provinsi Papua menagalmi pertumbuhan positif yaitu sebesar 1,58 persen dari triwulan II-2018.
(Thiand)





Apa komentar anda ?