Keerom,Nokenlive.com – kepala distrik Senggi kabupaten Keerom, Yonas Woslay mengatakan bahwa daerahnya merupakan daerah merah, atau rawan terhadap beragam angka kriminal, karena di dominasi oleh narkoba, dan minuman keras hingga berdampak kepada hal-hal yang tidak diinginkan.
Hal ini ditegaskan Woslay’ di sela-sela peresmian gereja GKI Eben Haezer Senggi Minggu, (09/12/2018), yang berlangsung di kampung Senggi, dan disaksikan oleh wakil ketua Sinode Am GKI di tanah Papua, serta para hamba Tuhan, juga tamu undangan serta jemaat yang hadir pada acara Pentabisan gedung gereja baru.
Kepala distrik meminta pihak gereja, untuk membina anak-anak di senggi dari usia dini, mulai dari remaja, hingga pemuda yang ada, agar tidak terjangkit kepada hal-hal tersebut, karena akan sangat merugikan.
“Distrik Waris dan Senggi, merupakan daerah di Kabupaten Keerom, yang berbatasan langsung dengan negara Papua New Guinea (PNG), sehingga tingkat peredaran narkoba pada kedua distrik ini sangat rentan, bahkan berpeluang untuk merajalela, jika tidak dicegah sedini mungkin oleh semua pihak, baik itu pemerintah, gereja, adat, dan semua stake holder yang ada didalamnya. Seiain itu juga minuman keras berbagai jenis yang beredar di sana, membuat tingginya angka kecelakaan, aksi palang jalan, hingga perkelahian yang disebabkan oleh pengaruh miras,” Tegas Yonas Woslay.
Untuk diketahui, daerah ini mulai ramai dikunjungi, sejak dirintisnya jalan trans Papua, yang meliputi Kabupaten Keerom, tepatnya pada kedua Distrik tersebut, sehingga para pemuda yang mengkonsumsi minuman beralkohol sering ditemui di pinggir jalan, dan melakukan pemalangan, guna meminta uang dan beragam barang berharga lainnya, kepada para pengguna jalan yang melintas di seputaran kampung mereka.
Kemudian daerah senggi ini pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin membaik, ini dipicu dari banyaknya warga dari luar distrik, bahkan dari luar kabupaten yang berdatangan, hanya untuk mendulang emas, pada anakan sungai di sepanjang kali Keerom, yang merupakan sungai terbesar di kabupaten Keerom, untuk mengais rezeki.
Kemudian senggi sudah berdiri sejumlah kedai-kedai makanan, juga bengkel-bengkel mobil, ini membuat daerah ini menjadi tempat persinggahan, konvoi kendaraan yang melintasi jalan trans Papua.
Diharapkan keterlibatan semua pihak, lebih khusus pihak gereja, dalam merangkul anak-anak dari usia remaja hingga pemuda yang ada di Waris dan Senggi, supaya terhindar dari hal-hal yang merusak diri mereka, kemudian di rangkul dalam pembinaan kerohanian.
(RH)





Apa komentar anda ?